Jutaan Orang Tidak Menyadari Bahwa Mereka Telah Tertipu dengan Binomo dan Robot Trading

ENSIPEDIA.ID, Jember – “Jutaan orang tidak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan US$ 1.000 dalam sehari tanpa meninggalkan rumah.” Itu adalah kalimat yang sering kita dengar ketika melihat iklan binomo di media sosial.

Binomo merupakan platform binary option yang memiliki sistem mirip seperti judi, bukan trading apalagi investasi. Dalam binomo yang disediakan sebenarnya bukanlah aset keuangan untuk diperjualbelikan tetapi meja judi daring.

Perbedaan yang mencolok antara trading dengan judi sangatlah kentara. Dalam trading terdapat yang namanya underlying asset yang mempunyai nilai serta dapat diperdagangkan. Adapun untung maupun ruginya tergantung pada modal, pergerakan aset hingga ada tidaknya leverage yang digunakan.

Pemerintah dengan tegas bahwa Binary Option seperti Binomo dan kawan-kawannya tidak ada satupun yang mendapatkan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berbagai inisiatif pun sudah sering dilakukan dengan cara melakukan pemblokiran situs judi berkedok investasi atau trading. Namun, berkali-kali pula Binomo tetap muncul dan memangsa banyak korbannya.

Setelah mencuatnya Binary Option ini, para affiliator dibuat panas dingin. Contohnya saja, Indra Kesuma alias Indra Kenz yang dilaporkan ke pihak kepolisian oleh beberapa korban Binomo. Tak hanya Indra Kenz, beberapa orang lainnya pun bernasib sama seperti dirinya.

Direktur Tindak Pidana Khusus, Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengungkapkan bahwa Indra Kenz dan beberapa orang lainnya diduga telah melakukan tindakan seperti judi online, menyebarkan berita bohong melalui media elektronik, penipuan, serta pencucian uang.

“Telah terjadi dugaan tindak pidana judi online dan/atau penyebaran berita bohong (hoax) melalui media elektronik dan/atau penipuan/perbuatan curang dan/atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh yang diduga dilakukan terlapor IK (Indra Kenz) dan kawan-kawan,” jelas Whisnu, dikutip dari detik.com.

“Pada sekitar April 2020 dari aplikasi atau website Binomo telah menjanjikan keuntungan sebesar 80-85% dari nilai atau dana buka perdagangan yang ditentukan setiap trader atau korban,” kata Whisnu.

Guna mendalami kasus ini, pihak kepolisian telah memanggil sejumlah saksi, yang kesemuanya adalah korban dari Binomo. Pemeriksaan para korban tersebut dilakukan pada Kamis.

Menurut pihak kepolisian, kerugian yang dialami oleh para korban secara keseluruhan mencapai Rp 3,8 Miliar.

Selain Binomo, banyak masyarakat awam yang tertipu dengan robot trading. Seperti kasus pada akhir tahun lalu yang dihebohkan dengan kasus Sunton Capital (SuntonFX) yang membawa kabur uang miliar rupiah nasabahnya. Lebih lanjut, dalam rapat antara DPR dan Menteri Perdagangan juga diungkapkan fakta baru terdapat yang terkena penipuan dengan mengatasnamakan trading forex.

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) dan Badan Pengawas Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) bertindak tegas terhadap usaha penjualan expert advisor/robot trading tak mengantongi izin. Tindakan tersebut dilakukan kepada PT DNA Pro Akademi yang menjual robot trading dengan sistem MLM.

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles