Jurang Kelaparan Paksa Orang Tua di Afghanistan Jual Anaknya

ENSIPEDIA.ID, Kendal – Afghanistan, adalah sebuah negara besar yang terletak di Asia Tengah. Mayoritas orang di dunia telah mengetahui bahwa Afghanistan merupakan negara yang tengah dilanda konflik berkepanjangan yang membawa mereka ke jurang kemiskinan. Sekitar 31,4 juta (2020) penduduknya hidup dalam keprihatinan peperangan serta kelaparan.

Tempuh Cara Terburuk Demi Sebuah Makanan

Seluruh keluarga di Afghanistan berharap konflik segera berakhir | Pinterest

Kelaparan yang diakibatkan oleh kekeringan sedang menghantui seluruh warga Afghanistan, oleh karenanya banyak dari mereka yang memilih langkah terburuk demi sesuap makanan, misalnya menjual anaknya.

Seperti yang terjadi di keluarga Aziz Gul, seorang ibu yang tinggal di negara konflik ini luluh lantak hatinya setelah mengetahui bahwa anak perempuannya yang berusia 10 tahun dijual oleh suaminya.

Suaminya nekat menjual putrinya untuk dinikahkan dengan orang lain. Ia terpaksa menjualnya lantaran tuntutan ekonomi dan kelaparan hebat yang melanda keluarganya.

Uang yang ia peroleh sebesar 100 ribu afghani atau Rp14,2 juta itu akan dipergunakan untuk membeli stok makanan selama beberapa tahun ke depan. Aziz Gul memiliki 5 orang anak yang tentunya membutuhkan stok makanan yang cukup banyak.

“Kalau tidak (dijual), mereka semua akan kelaparan,” kata Aziz Gul yang mengutip perkataan sang suami.

Sebelum Taliban berkuasa seperti saat ini, keluarga Aziz Gul memang sudah hidup dalam ambang batas kemiskinan. Mereka tinggal di permukiman yang kumuh di sebuah gubuk batu-bata. Pemerintah yang tidak dapat diharapkan kepastiannya membuat Afghanistan mengalami krisis pangan, hingga banyak keluarga yang menjual anaknya.

Tak hanya Aziz Gul, salah seorang ibu berumur 40 tahun yang tidak diketahui namanya juga melakukan hal serupa untuk menghidupi keluarganya. Ia menjual salah satu bayi kembarnya kepada pasangan yang ingin memiliki bayi tetapi tidak kunjung dianugerahi. Imbalan yang ia dapatkan adalah $104 atau sekitar Rp1,5 juta. Uang sebesar itu ia gunakan untuk memberi makan 7 anaknya selama 1 semester.

Sama seperti keluarga Aziz Gul, ibu ini bersama keluarganya juga hidup dalam kondisi tak layak. Mereka semakin terpuruk ketika kekeringan melanda Afghanistan dalam beberapa bulan.

Kekuasaan Taliban Memperparah Kondisi

Taliban memegang kendali atas Afghanistan | BBC

Berdasarkan fakta yang ada, kondisi Afghanistan semakin terpuruk ketika Taliban berkuasa.

Pasalnya, banyak lembaga bantuan yang berasal dari negara-negara terutama barat memilih untuk menghentikan aliran bantuan. Uang kas negara juga semakin menipis yang diperparah dengan dibekukannya aset Afghanistan yang disimpan di luar negeri, contohnya seperti di bank sentral Amerika Serikat. Hingga saat ini, kekuasaan Taliban masih belum mendapatkan pengakuan internasional.

 

 

 

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles