JHT Dapat Dicairkan Saat Usia 56 Tahun, Kemnaker: Untuk Perlindungan Jangka Panjang

ENSIPEDIA.ID, Jember – Pemerintah dalam hal ini adalah Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 yang berisi tentang Tata Cara serta persyaratan pembayaran manfaat Jaminan Hari Tua (JHT).

Dalam peraturan tersebut, disebutkan bahwa para pekerja baru dapat mencairkan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) ketika berusia 56 tahun. Hal ini menuai pro dan kontra karena pada aturan sebelumnya, JHT bisa didapat setelah satu bulan pekerja tersebut mengundurkan diri.

Mengenai hal tersebut, Chairul Fadhly selaku Biro Humas Kemnaker mengungkapkan bahwa pihaknya mengembalikan fungsi awal JHT, yakni sebagai dana yang dipersiapkan untuk para pekerja di masa senjanya tetap memiliki harta meskipun sudah tidak produktif lagi sebagai pekerja.

Oleh karena itu, uang JHT diperuntukkan bagi buruh di usia pensiun, cacat total maupun meninggal dunia. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN).

Hal tersebut dipertimbangkan setelah terdapat banyaknya program jaminan sosial yang diluncurkan oleh pemerintah terkait berbagai risiko yang ada, baik saat masih bekerja maupun sudah tidak bekerja. Contohnya seperti sakit, kecelakaan, PHK, meninggal dunia maupun usia yang sudah tidak produktif untuk bekerja.

Menurut Chairul, JHT didapatkan dari akumulasi iuran wajib dan hasil pengembangannya.

“Program JHT merupakan program perlindungan untuk jangka panjang,” kata Chairul.

Meskipun tujuan adanya Jaminan Hari Tua (JHT) untuk perlindungan di hari tua, tetapi terdapat beberapa kondisi yang memberikan peluang untuk mencairkan dana dalam jangka waktu tertentu. Bagi peserta yang membutuhkan tersebut diharapkan untuk mengajukan klaim sebagian dari manfaat JHT-nya.

Klaim terdapat sebagian manfaat JHT tersebut dapat dilakukan apabila peserta sudah mengikuti program JHT minimal 10 tahun. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015.

Adapun besaran sebagian manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) dapat diambil sebanyak 30 persen untuk pemilikan rumah atau 10 persen untuk keperluan lainnya dalam rangka persiapan masa pensiun.

“Skema ini untuk memberikan perlindungan agar saat hari tuanya nanti pekerja masih mempunyai dana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi kalau diambil semuanya dalam waktu tertentu, maka tujuan dari perlindungan tersebut tidak akan tercapai,” ungkapnya.

 

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles