Yi Sun-shin, Laksamana Tangguh dari Korea

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Mobile Legends merupakan salah satu game bergenre moba yang sangat populer di Indonesia. Dengan tampilan yang menarik serta memiliki banyak karakter menambah keseruan didalamnya.

Salah satu karakter yang ada di game besutan Moonton tersebut ialah Yi Sun-shin. Hero ini merupakan salah satu hero yang cukup fleksibel, bisa menyerang dalam jarak dekat ataupun jauh.

Namun, dibalik itu semua ternyata Hero Yi Sun Shin terinspirasi dari seorang laksamana terkenal asal Korea. Seperti apa kisah Yi Sun-shin versi aslinya? Simak ulasannya berikut ini

Masa Kecil Laksamana Yi

Yi Sun-shin lahir pada tanggal 28 April 1545 di Geoncheondong, Hanseong (sekarang Seoul). Ia merupakan anak ketiga dari tiga saudara keluarga bangsawan.

Disebutkan saat ia masih sejak kecil memang sudah memiliki minat dibidang militer, Yi sering bermain perang-perangan bersama temannya dan ia selalu menjadi komandannya.

Tak hanya berhenti disitu saja, Yi Sun-shin juga mahir dalam urusan memanah. Kemampuan memanahnya tersebut yang paling baik dibandingan dengan teman sebayanya pada waktu itu.

Dengan latar belakang sebagai keluarga bangsawan, ia juga dididik ajaran-ajaran Konghucu sejak kecil. Pada usia 22 tahun, Yi memutuskan masuk dibidang militer yang sebenarnya itu merupakan hal asing bagi keluarganya yang lebih memandang kesusastraan sebagai tradisi.

Karier Militer Yi Sun-shin

Setelah lulus ujian untuk menjadi perwira militer pada tahun 1576, Yi Sun-shin kemudian bertugas di berbagai pos angkatan darat dan laut.

Yi dikenal dengan sifatnya yang teguh dan tak kenal kompromi dalam menjalani prinsip-prinsipnya. Namun, hal tersebut justru membuat ia tidak disukai oleh atasannya.

Disebutkan bahwa banyak komandan yang cemburu dengan perilaku Laksamana Yi tersebut. Bahkan ia pernah dimasukkan ke dalam penjara dan dicopot dari jabatannya.

Setelah bebas, ia kemudian merintis kembali karier militernya dengan menorehkan berbagai prestasi. Ia mendapatkan promosi sebagai komandan Hunryeonwon dan kemudian naik pangkat lagi menjadi seorang hakim militer.

Pada tahun 1591, Yi diangkat menjadi komandan angkatan laut Left Chŏlla karena direkomendasikan teman semasa kecilnya yang sekarang menjabat sebagai perdana menteri yakni Ryu Seong-ryeong.

Baca juga : Kisah Yoshie Shiratori, Berhasil Kabur dari 4 Penjara Terketat di Jepang

Kenaikan pangkat Laksamana Yi tersebut bertepatan dengan invasi Jepang terhadap Korea. Di tangannya, AL Joeseon mampu memperbaiki sistem administrasi dan meningkatan mutu persenjataan.

Tidak hanya itu saja, Yi Sun-Shin juga mampu menyelesaikan pembuatan kŏbuksŏn (kapal kura-kura) hanya satu hari sebelum Jepang mendarat.

Total, dia memenangkan 23 pertempuran melawan pasukan Jepang. Di antara banyak aksi heroiknya, yang paling populer ialah pertempuran Myeongnyang dan pertempuran Pulau Hansan.

Pada pertempuran Pulau Hansan ia menggunakan strategi yang dikenal dengan Hakik-jin. Serta pada pertempuran lain yakni pertempuran Myeongnyang, ia mampu mengalahkan 130 kapal milik Jepang dengan jumlah kapal yang dimiliki pasukan Korea saat itu hanya 13 kapal.

Meninggal dan Dikenang Banyak Orang

Pada tanggal 15-16 Desember 1598, terjadi pertempuran yang melibatkan tentara Jeoang di bawah komando Shimazu Yoshihiro melawan pasukan yang dipimpin oleh Yi Sun-shin serta dibantu oleh laksamana Chen Lin dari Cina.

Pertempuran tersebut pun berakhir dengan kemenangan pasukan gabungan Korea dan Cina yang membuat armada Jepang mundur. 

Ketika pertempuran berakhir, 31 kapal Jepang tenggelam serta 91 lainnya rusak.

Seakan tidak puas dengan hasil yang ada, Yi Sun-Shin beserta pasukan dari Cina memerintahkan untuk melakukan pengejaran terhadap pasukan dari negeri sakura tersebut. Dalam pertempuran terakhir inilah, Laksamana Yi terkena peluru nyasar dan kemudian meninggal.

Bahkan ketika ajal sudah akan menjemputnya, pikiran Yi masih memikirkan perang tersebut. “Pertempuran sedang hebat-hebatnya, jangan kabarkan kematianku”. Itu merupakan kalimat terakhir yang diucapkan olehnya.

Setelah perang usai, barulah prajuritnya menyadari bahwa komandannya telah meninggal. Yi Sun-shin kemudian dibawa ke kampung halamannya yang berada di Asan untuk dimakamkan.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa besarnya, pemerintah Korea membangun patung Yi Sun-Shin di Seoul, Korea Selatan. Tidak hanya itu saja ia juga mendapatkan gelar Chung Mu Gong (Pahlawan Kesetiaan dan Pengabdian).

Jika Anda bertanya kepada orang Korea siapa yang paling mereka hormati dalam sejarah negara mereka, sembilan dari sepuluh orang akan memilih Yi Sun-shin. 

Yi Sun-shin adalah seorang pahlawan militer yang menyelamatkan Korea dari situasi yang sangat berbahaya selama dua invasi oleh jenderal Jepang, Toyotomi Hideyoshi dan menang 23 kali tanpa satu kekalahan pun selama pertempuran laut dengan Jepang.

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles