Mengungkap Misteri Situs Monumental Machu Picchu

ENSIPEDIA.ID, BOGORMachu Picchu, situs kuno paling bersejarah peninggalan Kerajaan Inca yang sempat hilang di mata dunia, tapi tidak di mata seorang Hiram Bingham – seorang profesor yang menggeluti bidang arkeologi dari Yale University, Amerika. Hingga pada akhirnya, UNESCO menetapkan Machu Picchu sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1983.

Meski Bingham bukan satu-satunya orang yang menemukan situs peninggalan Kerajaan Inca pada tahun 1911, tapi Binghamlah yang berjasa karena telah membuka situs yang ditinggalkan atau hilang selama 4 abad. Bingham membuatkan beberapa dokumentasi seperti catatan detil, pemetaan, dan foto yang ia potret melalui situs ini selama beberapa tahun. Jasanya tersebut tertulis di dalam sebuah buku yang berjudul “The Lost City of The Incas”.

Baca juga artikel tentang situs monumental Patung Moai dan Rapa Nui disini

Machu Picchu terletak di tengah pegunungan tropis yang berada di atas lembah Urubamba, sekitar 70 km barat laut Cusco, Peru.

Kerajaan Spektakuler yang Ditinggalkan

Pada awalnya, Machu Picchu dibangun oleh Pemimpin Inca bernama Pachacuti Inca Yupanqui di sekitar tahun 1450an dan pembangunannya berkembang sampai pimpinan era Túpac Inca Yupanqui. Lalu, Kerajaan Inca ditinggalkan oleh semua warganya karena serbuan bangsa Spanyol yang telah menaklukkan kotanya pada abad ke-16 silam.

Machu Picchu dibangun dengan teknik ashlar dan gaya Inca klasik, dengan menggunakan dinding-dinding batu yang telah dipoles dan disusun sedemikian rupa sehingga tidak runtuh saat terjadi gempa bumi, struktur bangunannya pun tertulis di dalam sebuah buku yang berjudul “A Walking Tour of Machupicchu” karya Pedro Sueldo Nalva. Namun, sebagian besar bangunan Machu Picchu sudah direkonstruksi untuk memberikan gambaran yang jelas kepada para wisatawan.

Rekam Jejak Penemuan

Seorang petualang asal Jerman pada tahun 1867, Augusto Berns pernah menapaki Machu Picchu sekitar 40 tahun sebelum kedatangan Hiram Bingham. Data-data tim “The Telegraph” pada 2008 merujuk pada Augusto Berns yang telah menguras habis sisa-sisa peninggalan bersejarah sekaligus bernilai tinggi itu. Namun, sebuah arsip perpustakaan yang ditemukan, telah menyatakan bahwasanya Berns sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah tertinggi Peru untuk mengklaim peninggalan-peninggalan tersebut adalah miliknya.

Adapun pada tahun 1901, 3 orang penjelajah lainnya yakni Enrique Palma, Gabino Sanchez, dan Agustin Lizarraga yang mana masing-masing dari mereka berasal dari Peru. Juga pada 5 tahun berikutnya, tepatnya pada tahun 1906, dua orang misionaris Thomas Payne dan Stuart McNairn diklaim pernah menapakkan kakinya di Machu Picchu.

Latest articles