Jakarta Masuk 100 Daftar Kota Terbaik di Dunia, Tetapi Disinggung Terancam Tenggelam

ENSIPEDIA.ID – Perusahaan konsultasi dunia, Resonance Consultancy membuat laporan bertajuk World’s Best Cities 2023. Dalam laporan tersebut, Jakarta masuk ke dalam 100 besar daftar kota terbaik di dunia.

Resonance Consultancy merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultasi global untuk real estat, pariwisata, dan pembangunan ekonomi.

Metodologi dalam penilaian kota terbaik tersebut meliputi enam aspek penilaian yang diberi nama 6P. Keenam elemen tersebut antara lain: Place (lokasi), Product (infrastruktur), Programming (program atau kegiatan di sebuah kota), People (penduduk dan pendatang), Prosperity (kesejahteraan warga negaranya), dan Promotion (cara memperkenalkan kota melalui media promosi).

Jakarta sebagai salah satu kota di Indonesia tersebut menduduki peringkat ke-89. Jakarta bahkan mengungguli kota-kota lainnya, seperti Hanoi di Vietnam, Marseille di Prancis, Stuttgart di Jerman, hingga Nagoya milik Jepang.

Adapun 10 besar dari daftar yang dirilis tersebut, meliputi:

1. London, Inggris
2. Paris, Prancis
3. New York, Amerika
4. Tokyo, Jepang
5. Dubai, UEA
6. Barcelona, Spanyol
7. Roma, Italia
8. Madrid, Spanyol
9. Singapura, Singapura
10. Amsterdam, Belanda

Jakarta Menurut Laporan Kota Terbaik Dunia

Dalam laporan yang diluarkan tersebut, Resonance Consultancy menginggung ancaman tenggelamnya Jakarta. Baik ancaman tenggelam akibat naiknya permukaan air laut maupun tenggelam akibat hadirnya IKN.

“Bertengger di pantai utara Jawa, pulau tengah Indonesia, Jakarta dan ‘konser’ kekacauan perkotaan sehari-hari perlu dilihat langsung untuk dipercaya… jika hanya karena kota itu mungkin tidak akan ada lagi. Kota ini berpenduduk lebih dari 35 juta,” tulis dalam laporan World’s Best Cities 2023.

Tren naiknya permukaan air menjadi perhatian khusus bagi pemerintah kota-kota pesisir di dunia, termasuk Jakarta.

“Naiknya permukaan laut setinggi delapan kaki dalam 10 tahun terakhir di beberapa tempat, yang lebih dari dua kali lipat rata-rata global untuk kota-kota besar pesisir. Lahan rawa yang mendukung jaringan perkotaan yang semakin padat (di mana pejabat pemerintah membutuhkan pengawalan polisi untuk menghadiri rapat tepat waktu) menjadi semakin tidak stabil dengan menipisnya tabel air,” lanjut isi laporan.

Reconance Concultacy juga menyinggung adanya calon ibu kota baru pengganti Jakarta.

“Para pejabat mengumumkan bahwa akan ada ibu kota baru Indonesia yang disebut Nusantara, yang berarti “kepulauan” dalam bahasa Jawa, berjarak 800 mil di Pulau Kalimantan.”

Walapun di tengah kedua ancaman tersebut,
Reconance Concultacy masih optimis akan keberlanjutan Kota Jakarta. Mereka melihat adanya daya tarik tersendiri. Jakarta masih menjadi incaran bagi pebisnis dan investor asing bahkan setelah pandemi covid-19.***

Latest articles