Insiden Roswell: UFO dan Teori Konspirasi Lainnya

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Berbicara soal makhluk asing atau yang biasanya disebut alien, tidak bisa dipungkiri bahwa riwayat perjalanannya telah menumpuk dalam sejarah di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah peristiwa kecelakaan pesawat yang tidak diketahui yang terjatuh di Roswell, New Mexico, pada tahun 1947.

Bermula pada saat seorang peternak yang bernama W.W. Mack Brazel dan putranya Vernon sedang berkendara melintasi lahan peternakan mereka, sekitar 129 kilometer barat laut dari Roswell, mereka menemukan benda yang diperkirakan sebagai UFO jatuh di dekat wilayah peternakannya. Dilansir dari Smithsonian, “sebuah reruntuhan di area besar yang menyala terang, yang terdiri dari puing-puing karet, kertas timah, kertas yang agak keras, dan tongkat,” ungkap Brazel.

Dari pengakuannya itu, ia tampak kebingungan bagaimana semua material itu dapat terjatuh di dekat peternakannya. Selang beberapa waktu, ia pun mengirimkan semua penemuannya kepada George Wilcox yang merupakan seorang Sheriff di Roswell. Dan ternyata, Sheriff Wilcox pun dibuat kebingungan atas penemuan Brazel itu sehingga bukti penemuan puing-puing benda misterius tersebut mesti ditangani oleh Angkatan Udara Roswell dan Angkatan Udara ke-8 di Fort Worth, Texas, yang lebih kompeten dalam menangani kasus seperti ini.

Setelah melewati penelitian lebih lanjut dari beberapa lembaga, hasil dari penemuan tersebut telah keluar dan diklaim oleh Departemen Pertahanan di Washington sebagai sisa-sisa kerangka dari balon cuaca. Mengapa demikian? Karena dalam program rahasia yang dikenal sebagai Proyek Mogul, pemerintah Amerika Serikat telah meluncurkan balon udara ke ketinggian yang mencapai lapisan ionosfer untuk memantau uji nuklir. Hal ini pun dengan cepat mengundang perhatian rekan-rekan media dan diakhiri dengan siaran pers yang mempublikasikan bahwasanya pesawat asing yang jatuh di peternakan Brazel itu hanyalah balon cuaca.

Disinyalir salah satu balon udara dari Proyek Mogul ini menjadi jawaban dari semua pertanyaan yang mencuat ke permukaan terhadap insiden Roswell ini. Namun, apakah dengan demikian, misteri ini terpecahkan begitu saja? Eits, tunggu dulu, ada beberapa hal ganjal yang perlu kamu ketahui perihal peristiwa ini.

Beberapa dekade setelah peristiwa tersebut ternyata menuai banyak sekali perhatian dan ketertarikan publik. Dimulai dari pembuatan buku dan film dokumenter mengenai insiden Roswell sampai ke para kaum skeptis masih mempertanyakan kebenarannya.

Beberapa hari setelah terjadinya ledakan pesawat tersebut, Roswell Army Air Field (RAAF) atau Lapangan Udara Tentara Roswell merilis siaran pers yang menyatakan bahwa mereka telah menemukan sisa-sisa benda yang diklaim sebagai piring terbang itu. Namun, pemerintah sana sempat beberapa kali mengubah narai-narasi tentang kejadian ini sehingga menimbulkan rasa ragu dan curiga dari publik akan kebenarannya.

Keesokan harinya, Roswell Daily Record memuat cerita tentang kecelakaan itu berdasarkan pengklaiman penemuan material piring terbang versi RAAF. Tetapi, langsung dibantah oleh para pejabat militer di sana yang menyatakan bahwa puing-puing yang ditemukan merupakan bagian dari balon cuaca punya mereka.

Kemudian, pada tahun 1994, Angkatan Udara Amerika Serikat merilis laporan yang menyatakan bahwa narasi tentang balon cuaca itu palsu. Menurutnya, puing-puing itu berasal dari perangkat mata-mata yang tergabung dalam Proyek Mogul. Perangkat tersebut terdiri dari rangkaian balon udara yang terhubung dan dilengkapi dengan mikrofon. Tujuan dirancangnya untuk memata-matai Uni Soviet dengan cara mendeteksi gelombang suara pada jarak yang sulit dijangkau. Balon-balon ini berfungsi untuk memantau upaya pemerintah Soviet dalam pengujian bom atomnya. Berarti, Proyek Mogul ini bukanlah operasi balon cuaca sedemikian rupa seperti apa yang saya jelaskan sebelumnya, melainkan operasi rahasia pemerintah Amerika Serikat dalam memata-matai pergerakan Uni Soviet menggunakan sejenis pesawat yang masih menjadi misteri akan kebenaran yang sesungguhnya.

Desas-desus tentang mayat-mayat makhluk luar angkasa yang ditemukan dan ketidaktransparanan pemerintah pun menjadi pengaruh yang begitu kuat dalam budaya populer sehingga pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah yang tidak biasa dengan menghasilkan dua laporan pada tahun 1990-an yang bertujuan untuk menghentikan masalah ini.

Di sisi lain tentang banyaknya versi cerita insiden Roswell, ada beberapa kesaksian dari saksi mata yang menerangkan bahwa mereka telah melihat adanya mayat-mayat alien dari kejadian tersebut. Roger Launius, seorang sejarawan dan pensiunan kurator untuk Divisi Sejarah Luar Angkasa di Museum Udara dan Luar Angkasa Nasional Smithsonian, mengatakan bahwa kedua laporan di atas menutupi sebagian besar pertanyaan yang tersisa tentang Roswell. “Kisah ini telah diselesaikan,” kata Launius. “Apakah setiap pertanyaan benar-benar telah dijawab? Saya tidak bisa mengatakannya. Tapi saya kurang yakin akan adanya lubang yang signifikan,” tambahnya. “Anda tidak membocorkan rahasia negara dalam konteks keamanan nasional. Dugaan saya adalah mereka mungkin melihat fenomena piring terbang yang mencuat ke permukaan sebagai cerita yang berguna,” tegas Launius.

Di sini bisa kita lihat bahwa Launius terlihat skeptis terhadap laporan-laporan dari otoritas terkait yang menyangkal adanya penemuan mayat alien beserta pesawat piring terbangnya. Mengingat ketidakkonsistenan dan penyimpulan yang terkesan terburu-buru oleh lembaga-lembaga pemerintahan terkait penemuan ini, tak ayal banyak orang yang meragukan kebenarannya dari versi pemerintahan ini. Launius pun menegaskan bahwa ada yang masih ditutup-tutupi dikarenakan kala itu otoritas yang berwenang menangani kasus ini tidak sepenuhnya menjawab pertanyaan-pertanyaan besar.

Terlepas dari perdebatan antara pengamat luar angkasa dan Angkatan Udara Amerika Serikat yang tak kunjung usai, ada teori lain yang dikemukakan oleh buku, “Area 51: An Uncensored History of America’s Top Secret Military Base” yang menyatakan bahwa kendaraan terbang yang jatuh itu bukanlah milik makhluk luar angkasa ataupun miliki mata-mata Amerika Serikat, melainkan itu adalah operasi Uni Soviet untuk menimbulkan kepanikan di sana yang dipayungi oleh Joseph Stalin. Program tersebut telah dirancang oleh dokter kamp konsentrasi N*ZI, Joseph Mengele. Menurut sumber tersebut, anak-anak remaja yang telah diubah bentuknya oleh Soviet menjadi menyerupai alien untuk kelinci percobaan kemudian dikerahkan di dalam pesawat terbang untuk melintasi langit New Mexico. Di dalam buku ini mengatakan, “Rencana Stalin adalah agar anak-anak keluar lalu ditangkap dan disalahartikan sebagai pengunjung dari Mars. Kepanikan akan terjadi dan sistem radar peringatan dini Amerika akan kewalahan dengan penampakan UFO lainnya.”

Terlepas dari banyaknya versi yang bermunculan, kisah tersebut tetap memiliki tempat penting dalam pengetahuan UFO. Kota Roswell telah berubah menjadi tujuan wisat—menjadi tuan rumah Museum dan Pusat Penelitian UFO Internasional serta perayaan Festival UFO Roswell tahunan.

Jadi, kesimpulan yang bisa didapatkan dari kebenaran peristiwa Roswell ini belum sepenuhnya dapat terpecahkan, mengingat masih simpang-siurnya informasi dan bukti yang beredar. Juga penghentian investigasi lebih lanjut mengenai insiden ini malah menimbulkan spekulasi-spekulasi baru.

Lantas, bagaimana menurut kalian? Apakah kalian termasuk tim pro terhadap salah satu versi laporan di atas atau malah mempunyai versi tersendiri perihal peristiwa misterius ini? Silahkan berkomentar di bawah.

Mikhael
an ordinary guy who wants to live as a human being.

Latest articles