Catatan Kelam Jepang di Sejarah China dan Korea

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Jika berbicara mengenai Negara Jepang, tentunya hal yang pertama kita pikirkan adalah betapa majunya negara tersebut. Tapi pernahkah kalian berpikir, dibalik suksesnya negara tersebut ternyata dulu memiliki sejarah kelam. Bahkan hingga kini pun, warga Korea dan China banyak yang masih memiliki dendam kepada Jepang. Tapi mengapa hanya Korea dan China yang masih memiliki dendam ke Jepang? Sedangkan negara jajahan lainnya seperti Indonesia, Kamboja, dan lain-lain tidak sedendam warga Korea dan China?

Berikut 5 Tragedi yang tidak terlupakan bagi warga Korea dan China, terhadap kekejaman Jepang :

Pemotongan Hidung 38.000 warga Korea untuk dijadikan Piala Perang

Site 53: Kyoto's Mimizuka (The Ear Mound) – stone and dust

Pada awalnya, tentara Jepang memberikan kepala musuh sebagai bukti pengabdian mereka pada negara. Tapi pada invasi Korea yang kedua, Jepang mengganti tradisi tersebut dengan memotong hidung musuh sebagai pengganti kepala.

Mengapa ini bisa terjadi? Karena Komandan Daimyo menuntut tentara yang sedang menginvasi Korea untuk membawa semua kepala musuh, dan bayaran akan disesuaikan dengan jumlah kepala yang dibawa. Sedangkan pengangkutan kepala ke Jepang sangatlah memerlukan banyak angkutan, maka Hideyoshi sangat memaksa Komandan Daimyo untuk mengganti kepala dengan sebuah hidung, sebagai bukti bahwa anak buahnya benar-benar bekerja di Korea.

Dan Mimizuka (Ear Mound) yang sebelumnya bernama Hanazuka (Nose Mound) dijadikan monument di Kyoto, Jepang. Yang dimana monumen ini dibuat sebagai bentuk piala perang atau piala kemenangan perang.

Gerakan 1 Maret, yang membuat 7.500 orang tewas, 16.000 orang terluka, 45.000 orang ditangkap

Gerakan 1 maret 1919 March 1st Independence Movement – Travelingnuna.wordpress.com – TravelingNuna

Gerakan 1 Maret adalah bentuk aksi protes masyarakat Korea dan pelajar untuk menuntut kemerdekaan dari Jepang. Sebanyak 7.500 demonstran meninggal dunia, 16.000 orang terluka, dan 45.000 orang ditangkap oleh tentara Jepang. Ini menjadi perlawanan awal masyarakat Korea selama pemerintahan Jepang sejak 1910, peristiwa ini terjadi pada 1 Maret 1919.

Mantan Kaisar Gojong yang meninggal pada 21 Januari 1919, dicurigai telah diracun oleh mata-mata Jepang. Tidak hanya itu, masyarakat Korea pada saat itu dilarang menggunakan bahasa Korea sebagai bahasa sehari-hari. Hal ini membuat banyak masyarakat Korea marah, dan hingga pada akhirnya terjadilah Gerakan 1 Maret.

Baca juga : Kenali Charm Point atau Titik Pesona Pada Dirimu – Ensiklopedia Bebas (ensipedia.id)

Pembantaian Nanking – Pembantaian 300.000 warga Tiongkok

Sejarah Hari Ini: Pembantaian Nanking, Aksi Kebrutalan Tentara Jepang di China | Cek&Ricek

Pembantaian Nanking terjadi saat Perang Tiongkok-Jepang yang kedua. Pada pembantaian ini sebanyak 300.000 penduduk Nanking tewas terbunuh. Pembantaian ini terjadi selama periode 6 minggu, mulai tanggal 13 Desember 1937, tanggal dimana Jepang menguasai Nanking. Selama periode 6 minggu ini, tidak hanya pembantaian yang terjadi. Banyak tentara Jepang juga memperkosa wanita disana, lalu membunuhnya.

Meski pada saat Jepang menyerah pada sekutu pada tahun 1945, Sejarawan masih belum menentukan berapa banyak orang yang dibantai pada saat itu. Pada tahun 1948, Pengadilan Militer Timur Jauh memperkirakan sebanyak 200.000 penduduk Nanking tewas pada saat itu. Beberapa oknum yang terlibat dikenai hukuman, meski salah satu pelaku utama, Pangeran Asaka, dari Keluarga Imperial, lolos dari tuntutan karena memiliki kekebalan yang sebelumnya diberikan oleh sekutu.

Pemerintah Tiongkok dituduh membesar-besarkan kejadian ini, Revisionis Sejarah dari Jepang mengatakan bahwa kejadian ini hanyalah pembantaian terhadap golongan kecil yang jumlahnya tidak sampai ribuan jiwa. Tapi pada akhirnya Pengadilan Militer Timur Jauh menetapkan kejadian ini sebagai Pembantaian yang menewaskan sekitar 40.000-300.000 korban jiwa.

Uji coba Eksperimen & Bahan kimia kepada warga Tiongkok

How Shiro Ishii Became Japan's Most Infamous War Criminal

Shiro Ishii, adalah Ilmuan Kimia asal Jepang. Shiro Ishii pernah mengembangkan senjata kimia, yang dimana warga Tiongkok menjadi uji coba eksperimen tersebut. Ishii dikenal dengan cara eksperimen gilanya.

Warga Tiongkok yang dijadikan objek, biasanya diamputasi dalam keadaan hidup lalu disuntikkan berbagai macam racun dan penyakit. Korban yang tewas akibat eksperimen Ishii diperkirakan sebanyak 3.000 korban.

Tidak hanya menyuntikkan racun, Jepang juga pernah meluncurkan senjata kimia ke Tiongkok seperti Phosgene, Chlorine, sampai Lewisite. Tidak hanya kepada militer Tiongkok, ternyata senjata kimia ini juga diluncurkan ke kerumunan warga sipil Tiongkok. Diduga ribuan korban menderita penyakit akibat senjata kimia ini.

Pada akhir Perang Dunia kedua, meski tidak adil, Shiro Oshii dibebaskan dengan kekebalan yang diberikan oleh sekutu juga.

Kontes membantai Orang Tiongkok dengan Pedang

5 Hal ini Jadi Alasan Kenapa Orang Tiongkok Akan Membenci Jepang Sampai Kapan pun - Boombastis.com | Portal Berita Unik | Viral | Aneh Terbaru Indonesia

Selama tragedi Pembantaian Nanking, tentara Jepang semakin brutal tiap harinya. Salah satunya adalah kontes yang sangat aneh, yaitu untuk bersaing menjadi orang pertama yang memenggal 100 orang Tiongkok. Perlombaan ini dilakukan oleh dua serdadu Jepang bernama Toshiaki Mukai dan Tsuyoshi Noda.

Aksi ini pernah diterbitkan di koran Jepang, membuktikan bahwa kontes ini bukanlah fiktif belaka. Setelah Perang Dunia kedua berakhir, kedua tentara ini dijatuhi Hukuman Mati oleh hukum internasional.

Kita sebagai Bangsa Indonesia bersyukur bahwa tentara Jepang tidak sampai melakukan hal-hal seperti diatas. Jika salah satu kejadian diatas dialami oleh Bangsa Indonesia, apa kalian akan dendam kepada Jepang seperti orang Korea dan China?

Latest articles