Alasan Masyarakat Jepang Dapat Disiplin

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, dengan kedisiplinan akan menjamin kelancaran suatu aktivitas, seperti bekerja, belajar, berusaha dan lain-lain.

Jika kita membahas kedisiplinan kurang pas rasanya jika tidak membahas Jepang. Negara yang berkawasan di Asia Timur ini terkenal dengan budaya kedisiplinannya, dengan prinsip ini membuat Jepang bisa mennjadi negara maju dan bersaing dengan negara-negara kuat Eropa dan Amerika.

Jepang bisa dikategorikan sebagai salah satu negara dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi disamping negara lain-lain seperti Singapura, Korea Utara ataupun Cina. Lalu, apa sebenarnya rahasia masyarakat Jepang agar memiliki pola hidup disiplin? Simak ulasannya di bawah ini:

Pengaruh Ajaran Konfusius

Konfusius merupakan ajaran yang mengatur harmonisasi hubungan antar manusia, hubungan manusia dengan alam serta hubungan manusia dengan makhluk lain.

Tidak hanya itu, ajaran konfusius menekankan hubungan antara batin dan fisik manusia, ajaran ini masuk ke Jepang pada masa pemerintahan kaisar Shotoku 293. Adupun prinsip hubungan moral ajaran konfusius yaitu:

1. Istri patuh kepada suami

2. Rakyat patuh terhadap kaisar/atasan

3. Anak patuh kepada ayah4

. Adik patuh kepada kakak

5. Setia kawan

Dengan 5 prinsip ini dapat memengaruhi budaya Jepang, sehingga menjadi salah satu pengaruh mengapa masyarakat hidup dengan kedisiplinan.

Pengaruh Agama Shinto

Di dalam agama Shinto, kesucian merupakan sebuah syarat yang harus dipenuhi agar bisa dekat dengan Kami (Tuhan). Tuhan dalam agama Shinto sangat membenci kekotoran.

Kejujuran, kesucian, dan ketulusan merupakan nilai moral dasar yang diajarkan dalam ajaran Shinto, sehingga kesucian tersebut di aplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Disiplin ala Samurai

Prinsip ini mengedepankan sikap pantang menyerah yang ada pada sosok Samurai, para Samurai akan melakukan harakiri (bunuh diri) menusukkan pedang ke bagian perut jika kalah dalam pertempuran.

Hingga kini prinsip ini masih tertanam di hati masyarakat Jepang. Namun, bukan untuk melakukan pertempuran tetapi sekarang digunakan untuk menjaga harga diri, dan kehormatan bangsa serta membangun ekonomi yang lebih maju.

Spirit Bushido

Bushido awalnya merupakan sebuah prinsip dasar yang dimiliki oleh seorang Samurai. Bushi artinya tentara dan do yang berarti jalan atau cara, sehingga jika disatukan memiliki makna jalan militer, ala militer ataupun cara militer.

Semangat yang terkandung dalam Bushido merupakan semangat yang dimiliki Jepang dalam melakukan setiap pekerjaannya. Kedisiplinan yang tinggi akan menciptakan etos kerja di dalam manajemen perusahaan Jepang.

Bushido memiliki 7 prinsip yaitu:

1. Kesungguhan

2. Keberanian

3. Kebaikan

4. Kesopanan

5. Kejujuran

6. Kehormatan

7. Kesetiaan

Prinsip Keishan dan Kaizen

Keishan memiliki arti inovatif, kreatif serta produktif. Dengan prinsip ini orang Jepang tidak takut untuk berkarya secara kreatif serta melakukan terobosan-terobosan terbaru.

Prinsip Kaizen menekankan bahwa pentingnya ketepatan waktu dalam melakukan pekerjaan. Keterlambatan akan merugikan diri sendiri, perusahaan serta para konsumen.

Orang Jepang umumnya terlihat malu jika mereka pulang lebih awal, itulah mengapa kita jarang melihat orang Jepang yang datang terlambat ke tempat kerja. Mereka disiplin dalam membedakan waktu istirahat dan waktu kerja.

Baca juga : Kenali Bahaya Tato Bagi Kesehatan Tubuh

Pemerintah Membuat Fasilitas Penunjang

Cara pemerintah Jepang untuk mendisiplinkan warganya ialah memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan dalam bersikap disiplin tersebut. Jalan-jalan utama di seluruh kota Jepang dikengkapi dengan trotoar yang lebar, yang meliputi jalan untuk pejalan kaki, tuna tetra hingga pengendara sepeda.

Jalan-jalan kecil di pinggiran kota yang tidak ada trotoar secara khusus dibuatkan garis pemisah untuk memisahkan pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor dan pengendara sepeda.

Peran Sekolah Dalam Mendisiplinkan Muridnya

Anak-anak sekolah dasar Jepang sejak dini sudah diajarkan sistem nilai moral yang meliputi empat aspek, yaitu: menghargai kelompok dan komunitas, menghargai diri sendiri, menghargai lingkungan dan keindahan serta menghargai orang lain.

Di sekolah dasar mereka diberi tanggung jawab sebagai anggota jelas. Contohnya saja ketika membagikan makan siang kepada teman satu kelas. Tugas ini dilakukan secara bergilir satu kali dalam satu minggu.

Disiplin terhadap kebersihan juga tidak kalah pentingnya, masing-masing anak saling berkerjasama satu sama lain untuk membersihkan kelas, bahkan murid kelas 5 dan 6 akan diberi tugas untuk membersihkan toilet setelah jam makan siang.

Peran Keluarga

Peran keluarga dalam membangun karakter setiap anak sangat penting, apa yang ibu,ayah dan kakak mereka lakukan sudah pasti akan ditiru oleh anak tersebut. Terdapat tiga pilar penting dalam dunia pendidikan yakni, keluarga, satuan pendidikan dan lingkungan.

Contoh kecil pendidikan shitsuke (disiplin) yaitu membersihkan ruang bermain, membiasakan tidur cepat dan bangun cepat, mengucapkan salam, mengatur waktu, makan menggunakan sumpit serta mengajarkan anak menggunakan fasilitas umum, seperti lift, escalator hingga keluar masuk kereta.

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles