Ensipedia.id-Tasikmalaya. Pembangunan ekonomi di Indonesia tentunya didukung dengan pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan keadaan lingkungan di Indonesia secara menyeluruh dan relevan dengan kebijakan yang diimplementasikan pemerintah sebagai policy maker. Tentunnya pembangunan ekonomi dengan basis ekonomi hijau merupakan suatu hal yang masih baru di Indonesia. Pada tahun 2011, Indonesia telah mengadaptasikan dan merilis Green Economy Index dengan berorientasi pada pengurangan emisi CO2. Seperti yang telah diketahui bahwa Indonesia telah menerapkan green economy dengan fokus pengurangan emisi karbon pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun 2020-2024. Hal tersebut harus dipersiapkan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang sustainable. Pada tahun 2050 mendatang, diprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat pesat dan sejajar dengan negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi seperti China dan Brasil. 

Mewujudkan Visi Indonesia Tahun 2045 dengan Implementasi Green Economy

Sebagai salah satu cara untuk menggapai tujuan dari green economy adalah dengan menentukan konsep berkelanjutan dan bersinergi dengan kebutuhan lingkungan. Diantaranya adalah peningkatan human capital dengan meningkatkan edukasi, kesehatan, dan pendidikan, penelitian dan inovasi untuk mencapai kualitas human resource yang mumpuni dan berdaya saing dan mencapai keunggulan untuk mewujudkan green economy. Selanjutnya adalah modernisasi agriculture. Tentunya modernisasi merupakan suatu hal yang perlu distimuluskan dalam rangka mewujudkan efisiensi produksi dan peningkatan produksi berkelanjutan. Tentunya, selain pada agriculture, sektor ekonomi lainnya dapat melakukan efisiensi produksi dengan melakukan modernisasi pada produk secara berkelanjutan. Dalam aplikasi modernisasi, juga mengedepankan program untuk melakukan produksi yang ramah lingkungan dalam rangka mengurangi atau mereduksi dari emisi karbon. Selanjutnya adalah penerapan transformasi digital pada sektor ekonomi. Peningkatan struktur ekonomi, dan melakukan relokasi Ibukota Nusantara. Salah satu fungsi dari green economy  adalah mengurangi emisi karbon, transisi energi, dan dan blue economy

Apa Bentuk Fokus dari Ekonomi Hijau?

Ekonomi hijau merupakan satu bentuk implementasi ekonomi yang mengedepankan kualitas lingkungan dan mengadaptasikan bentuk kegiatan ekonomi berbasis lingkungan dengan orientasi pengurangan emisi karbon untuk kehidupan yang lebih baik. Tentu adaptasi tersebut didukung dengan perubahan dengan bentuk yang reliabel dengan tujuan ekonomi pada suatu negara. Umumnya, green economy juga turut berkontribusi dalam mebangun Sustainable Development Goals atau SDG’s sebagai suatu bentuk simultan dampak perilisan ekonomi berkelanjutan. Hal tersebut juga didukung dengan perubahan metode produksi. Contohnya, produksi yang menggunakan energi fossil dapat digantikan dengan energi terbarukan dengan menggunakan listrik atau tenaga surya yang lebih ramah lingkungan, penggunaan GHG dalam industri besar juga dapat digantikan dengan menggunakan low carbon methods, mengubah ekonomi linear menjadi recyclable, mengurangi over exploitation pada sumber daya alam digantikan dengan produksi ramah lingkungan, dan mengurangi produksi dengan melakukan deforestasi dengan land-marine based productivity. Dengan implementasi fokus dari green economy Hal ini pembangunan dengan wujud menciptakan sustainability pada lingkungan dapat terimplementasikan secara efisien.

Perkembangan Ekonomi Hijau 

Perkembangan ekonomi hijau dapat dilihat dengan melihat tiga pilar utama ekonomi hijau yaitu economy, environment, dan social. Pada segmen ekonomi, memiliki komponen jumlah emisi dalam satuan ton, intensitas energi, kegiatan pertanian, kegiatan industri secara besar , dan kegiatan industri di bidang jasa. Dalam segmen lingkungan atau environmental terdiri dari komponen hutan, renewable energy, emisi GHG, dan degraded peatland. Untuk bagian sosial atau social, terdapat rata-rata sekolah, life expectancy, tingkat kemiskinan, dan tingkat pengangguran. Pada kurva diatas, menjelaskan pertumbuhan dari environment dengan indikator berwarna hijau, ekonomi berwarna kuning, dan sosial berwarna biru.

GEI Indonesia Kategori Tahun
47,2 Medium 2011
48,49 Medium 2012
50,8 Good 2013
52,85 Good 2014
51,35 Good 2015
55,28 Good 2016
57,13 Good 2017
57,79 Good 2018
56,04 Good 2019
59,17 Good 2020

 

Selain memperhatikan tiga pilar ekonomi, indikator tersebut dapat dikonklusikan dengan melihat Green Economy Score (GEI) yang merupakan agregasi dari tiga pilar komponen dan memiliki prospektivitas penting dalam pembangunan ekonomi berkelnjutan. Apabila dilihat dari GEI, Indonesia masih dalam tahap perkembngan yang dinamis dari tahun 2011 sampai 2020 dan masih dalam kategori GEI yang baik.

Konklusi

Pembangunan ekonomi berbasis ekonomi hijau, tentunya akan memberikan dampak yang signifikan dengan adnya kontribusi dari green economy akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perubahan yang akan terus terjadi pada baik dalam segmentasi lingkungan maupun ekonomi. Pembangunan dengan kualitas yang baik dapat diinduksikan dengan maintenance dari kegiatan ekonomi yang diimplementasikan dari setiap sektor yang ada di Indonesia. Green Economy dengan basis pengurangan karbon dan degradasi lingkungan, dapat dicapai dengan baik apabila koheren dengan tujuan yang telah diimplementasikan pada RPJMN tahun 2020-2024, goals pada produktivitas green economy pada tahun 2045 mendatang, dan Sustainable Development Goals pada tahun 2030 mendatang.