Demi Main Binomo, Pegawai Bank BUMN Ini Pakai Uang Nasabah Hingga Rugikan Negara Senilai Rp1,1 Miliar

ENSIPEDIA.ID – Salah seorang pegawai bank BUMN di Kota Banjarmasin harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pegawai bank bernama Arini Listiani Chalid diduga menggunakan uang nasabah untuk bermain aplikasi Binomo. Tidak tanggung-tanggung, ia merugikan negara senilai Rp. 1,1 miliar.

Persidangan kasus Arini dilakukan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dalam fakta persidangan pada Senin (04/04/2022), Arini mengaku bahwa ia telah menggunakan tabungan nasabah untuk bermain Binomo sejak 2019 silam.

Pada mulanya, ia menggunakan tabungan nasabah sebagai jaminan pinjaman dana. Pinjaman dana tersebut digunakan untuk bermain Binomo.

Pada akhirnya, ia kemudian membuka tabungan nasabah dan mencairkan dananya tanpa sepengetahuan pimpinan atau dengan kata lain perbuatannya ilegal dan melawan hukum. Dana yang dicairkan kemudian dipindahkan ke saldo akun Binomo miliknya.

Dalam fakta persidangan, Arini menyatakan bahwa ia merupaya untuk mengganti kerugian nasabah yang telah disedotnya. Namun, upaya yang ia lakukan tidak berhasil untuk menutupi kerugian. Kekurangan dana untuk menutupi kerugian mencapai Rp. 900 juta.

“Saya sempat menjual aset rumah untuk mengganti sebagian kerugian yang ditimbulkannya hingga tersisa kurang lebih Rp 900 juta,” kata Arini saat memberikan keterangan kepada Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor Banjarmasin pada Senin (04/04/2022).

Arini yang sedang diperiksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin (banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody)

Karena tidak memiliki aset lagi untuk dijual dan mengganti kerugian, Arini pun siap dalam mendapatkan konsekuensi hukum yang didakwakan kepadanya.

Arini didakwa dengan sejumlah dakwaan alternatif.

Untuk dakwaan primer yaitu Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Nomor 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20/2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Untuk perkembangan selanjutnya, sidang kasus penyalahgunaan uang tabungan nasabah tersebut akan memasuki babak pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum pada Senin, (18/04/2022) mendatang.

Latest articles