Dianggap Pelanggaran Administrasi, Terdakwa Korupsi Benih Jagung NTB Divonis Lepas

ENSIPEDIA.ID, KENDAL – Terdakwa kasus korupsi benih jagung varietas hibrida III dibebaskan dari segala tuntutan hukum atau divonis lepas oleh Pengadilan Tinggi Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (24/03/2022).

Pria itu adalah Aryanto Prametu, Direktur PT. Sinta Agro Mandiri (SAM) yang menjadi salah satu terdakwa kasus korupsi atas pengadaan benih jagung sebesar Rp27 miliar.
“Melepaskan terdakwa Aryanto Prametu dari segala tuntutan hukum,” demikian disebutkan dalam amar putusan banding Aryanto Prametu yang diakses melalui laman resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Mataram, Kamis (24/3/2022).
Dilansir dari kompas.tv, hakim dalam putusan lepas tersebut mempertimbangkan bahwa terdakwa Aryanto Prametu terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan sebagaimana dalam dakwaan primair, tetapi tidak dapat dijatuhi pidana karena perbuatan tersebut termasuk pelanggaran administrasi.
Dalam putusan banding nomor 4/PID.TPK/2022/PT MTR, tanggal 23 Maret 2022 Hakim Ketua beserta anggotanya, I Gede Komang Ady Natha dan Mahsan memerintahkan pihak penutut umum untuk mengeluarkan terdakwa Aryanto Prametu dari tahanan.
Majelis hakim melanjutkan, segala barang bukti dikembalikan kepada pihak penuntut umum agar dijadikan barang bukti terkait terdakwa Lalu Ikhwanul Hubby sebagai penyedia benih jagung dari PT Wahana Banu Sejahtera.
Selain Aryanto Prametu, ada tiga terdakwa lainnya yaitu Husnul Fauzi Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB; Ida Wayan Wikanaya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Lalu Ikhwanul Hubby penyedia benih jagung dari PT Wahana Banu Sejahtera (WBS).
“Untuk yang tiga lainnya, karena vonisnya lebih ringan, di bawah tuntutan jaksa, nantinya kami akan kaji dahulu petikan putusannya. Apakah sudah sesuai (pertimbangan hukum) atau belum,” ucapnya.
Ketiga terdakwa tersebut diperbaiki hukumannya oleh hakim dengan masing-masing terdakwa mendapatkan potongan dua tahun penjara. Namun, denda dan pembuktian pidananya akan tetap ada sesuai dengan putusan pengadilan tingkat pertama.
 

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles