Cuaca Bak Neraka, India-Pakistan Diserbu Gelombang Panas hingga 40 Derajat Celcius

ENSIPEDIA.ID, KENDAL – India dan Pakistan saat ini tengah dilanda kenaikan suhu ekstrem akibat dampak dari krisis iklim.

Menurut laporan dari Departemen Meteorologi India (IMD), sejak April suhu maksimum rata-rata di wilayah barat laut India mencapai 35,9 celcius, sedangkan bagian utara India meningkat hingga 37 celcius.

Ada beberapa dampak yang ditimbulkan akibat bencana ini, mulai dari penutupan sekolah, gagal panen, hingga stok batu bara yang merosot. Tak hanya itu, warga India juga khawatir akan adanya efek terhadap kesehatan, sehingga pemerintah India menutup sekolah dan meminta warganya untuk tetap di rumah agar terhindar dari dehidrasi.

Dilansir dari cnnindonesia.com, dalam beberapa tahun terakhir, baik pemerintah federal maupun negara bagian India telah menerapkan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak gelombang panas. Namun menurut Penulis Utama IPCC dan Peneliti Senior di Institut Permukiman Manusia India, Chadni Singh, lebih banyak yang harus dilakukan untuk mempersiapkan gelombang panas di masa depan.

“Anda harus beradaptasi sebanyak-banyaknya. Gelombang panas ini menguji batas kemampuan bertahan hidup manusia. [Apalagi] India tidak memiliki rencana mengatasi gelombang panas [jangka panjang] dan ada kesenjangan dalam perencanaan,” kata Singh seperti dilansir dari CNN, Selasa (5/4).

Gelombang panas juga menyerang hinga ke Ibukota India, New Delhi. Pada Kamis (28/4), tempat pembuangan sampah sampai terbakar efek dari panasnya suhu yang mencapai 45 derajat celcius.

Gelombang panas tersebut berpotensi membuat pasokan listrik dan air menipis di berbagai daerah. Pasalnya, penggunaan kipas angin dan AC meningkat drastis, disusul dengan berkurangnya pasokan batu bara di pembangkit listrik.

Tak hanya di India, cuaca ekstrem juga terjadi di negara tetangganya, Pakistan. Badan Meteorologi Pakistan memperingatkan suhu bisa naik hingga 8 celcius di beberapa daerah.

Warga di pedesaan juga terkena imbasnya dengan aturan petani harus menghemat air. Padahal, 40 persen warga di sana bekerja di sektor pertanian.

“Kesehatan masyarakat dan pertanian di negara ini akan menghadapi ancaman serius karena suhu ekstrem tahun ini,” kata Menteri Perubahan Iklim Sherry Rehman.

 

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles