Cetak Sejarah! Timnas Basket Indonesia Mendapatkan Medali Emas Sea Games untuk Pertama Kalinya

ENSIPEDIA.ID, Jember – Tim Nasional (Timnas) Basket Indonesia berhasil mencatatkan sejarah meraih medali emas sejak pertama kali olahraga basket diselenggarakan pada gelaran SEA Games tahun 1977.

Medali emas Indonesia dapat dipastikan setelah mampu mengalahkan Filipina di Thanh Try Gymnasium, Hanoi, Vietnam dengan skor 85-81. Perjalanan timnas basket Indonesia tergolong mulus karena mampu menumbangkan seluruh kontestan dalam sistem round robin

Pencapaian ini merupakan pencapaian yang cukup fantastis karena prestasi terbaik Indonesia di SEA Games sebelum-sebelumnya yang hanya mendapatkan empat medali perak dan tiga medali perunggu.

Pada gelaran SEA Games 2019 yang diselenggarakan di Filipina, Timnas Basket Indonesia harus mengalami “pil pahit” karena hanya mampu berada pada peringkat setelah tumbang atas Vietnam pada perebutan medali perunggu. Pencapaian ini lebih buruk dibandingkan dengan SEA Games edisi sebelumnya yang berhasil meraih medali perak.

Kekalahan yang diderita Filipina tergolong mengejutkan karena mereka dikenal sebagai jawara basket di kawasan Asia Tenggara. Tercatat, mereka hanya pernah gagal 2 kali dalam perebutan medali emas, yakni tahun 1979 dan 1989 atas Malaysia.

Kemenangan Timnas Basket Indonesia tidak lepas dari tiga pemain naturalisasinya, yakni Diagne Dame, Terrell Bolden Marques, dan Jawato Brandon. Ketiga pemain naturalisasi tersebut juga ditopang oleh 9 pemain lokal, yaitu Juan Laurent, Michael Xzavierro Derrick, Lakudu Hardianus, Darmar Grahita Abraham, Prastawa Dhyaksa Andakara, Saputera Yudha, Rivaldi Rosasih Vincent, Yeshe Goantara Agassi, dan Dikania Wisnu Arki.

Salah satu pemain Timnas Basket Indonesia, Juan Laurent yang diwawancarai pasca pertandingan mengaku tidak menyangka atas pencapaian yang ada. Ia juga tak menampik bahwa pemain naturalisasi yang ada mampu memperkuat permainan tim.

“Dari sisi pertahanan, kami jauh lebih kuat dibandingkan SEA Games lalu. Selain itu, kelemahan tim kita selama ini sudah ditutupi karena sudah banyak pemain berpostur tinggi. Kami juga bermain solid sebagai satu tim,” kata Derrick.

Sementara itu, pelatih Basket Indonesia Milos Pejic mengatakan bahwa para pemain telah menampilkan performa terbaiknya sepanjang pertandingan. Ia juga menyatakan bahwa anak asuhnya mampu bermain sebagai tim dan tampil dengan sangat percaya diri.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Indonesia (Perbasi) Nirmala Dewi mengatakan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari strategi yang berbeda yang dilakukan oleh federasi dalam meraih prestasi di kancah Internasional.

Nirmala juga mengakui bahwa keberadaan pemain naturalisasi membantu memperkuat susunan pemain tim Basket Indonesia dibandingkan dengan sebelumnya. Perbasi juga diketahui merekrut pelatih asing dan telah menjalankan pemusatan latihan sejak Maret 2022.

“Sebenarnya pemusatan latihan sudah dimulai sejak Indonesia ditetapkan jadi tuan rumah FIBA Asia World Cup, dua tahun lalu. Tapi ada periode di mana para pemain kembali ke klubnya masing-masing untuk mengikuti IBL,” kata Nirmala, dilansir dari Antara

 

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles