Home Berita Cara China Bertransformasi dari Negara Miskin menjadi Negara Super Power

Cara China Bertransformasi dari Negara Miskin menjadi Negara Super Power

406

ENSIPEDIA.ID, Jember – China kini menjelma menjadi sebuah negara adidaya yang menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Bahkan mereka mampu menyaingi dominasi ekonomi Amerika Serikat.

Pada tahun 2010, China mampu mengungguli Jepang sebagai negara dengan perekonomian terbesar kedua dunia. Posisi yang diraih oleh Negeri Tirai Bambu itu masih kokoh hingga saat inj. Bahkan, China diprediksi akan menyalip Amerika Serikat di posisi pertama.

Namun, dibalik semua gemilangnya perekonomian China, mereka pernah mengalami masa-masa yang kelam dan menjadi negara yang miskin. Lantas, bagaimana kisah mereka bertransformasi dari negara miskin menjadi negara kaya? Berikut beberapa faktor-faktor penting yang membuat China sukses merubah nasib menjadi negara super power

Reformasi Sistem Ekonomi

cara-china-bertransformasi-dari-negara-miskin-menjadi-negara-super-power

Semua ini berawal dari wafatnya pemimpin komunis China, Mao Tse-tung atau orang lebih mengenalnya dengan Mao Zedong, pada tahun 1976. Posisi kosong itu kemudian ditempati oleh Deng Xiaoping yang memiliki perbedaan pandangan ekonomi dengan pendahulunya.

Sistem perekonomian China di bawah kepemimpinan Deng Xiaoping menjadi lebih terdesentralisasi yang membuat seluruh aktivitas ekonomi tidak lagi dikendalikan oleh pemerintah pusat dan pemerintah-pemerintah daerah diberikan kekuasaan untuk mengaturnya.

Pemerintah juga mengizinkan rakyat untuk menjual surplus produksi pertanian. Hasilnya, para petani mulai mendapatkan kesejahteraan dari penjualan pertanian serta perekonomian China mulai mengalami peningkatan.

Di sisi lain, pemerintah juga mengizinkan pendirian perusahaan swasta dan aktivitas kewirausahaan. Mereka juga mulai membuka diri dari perdagangan internasional dengan mengundang investor asing untuk mau berinvestasi di negaranya di kawasan special export zone atau lebih dikenal dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini dibangun di Kota Shenzhen Provinsi Guangdong. Shenzhen dipilih karena dengan dengan pantai tenggara China yang dekat dengan pusat keuangan serta perdagangan, seperti Hongkong, Taiwan dan Macau. Alasan lain dipilihnya kota ini juga karena letaknya yang jauh dari pusat pemerintahan, hal ini dilakukan guna menghindari intervensi politik dan instabilitas.

Kebijakan Untuk Investor Asing

cara-china-bertransformasi-dari-negara-miskin-menjadi-negara-super-power

Meskipun China membuka selebar-lebarnya investor asing yang ingin berinvestasi di negaranya, tetapi tidak sembarangan investor asing dapat masuk ke China. Terdapat banyak kebijakan ketat yang harus ditaati oleh para investor.

Salah satunya adalah kewajiban untuk menyalurkan investasi berupa proyek pada karya yang bersentuhan langsung dengan sektor yang riil, seperti pembuatan pabrik dan infrastruktur industri dan perusahaan asing dilarang hanya menyalurkan modalnya saja, sehingga mereka tidak dapat menarik aset investasi mereka dengan seenaknya.

Selain itu juga, pemerintah China mewajibkan investor asing untuk melakukan kerja sama joint venture dengan perusahaan lokal. Perusahaan lokal yang diajak kerja sama tersebut juga mempunyai hak untuk memimpin proyek sekaligus mendapatkan ilmu serta teknologi dari perusahaan asing untuk mereka pelajari.

Dengan kebijakan yang ketat ini, membuat China dapat membuat ulang teknologi-teknologi kunci yang sebelumnya dikuasai oleh beberapa negara lain seperti komputer, peralatan elektronik komunikasi hingga teknologi militer

Kebijakan Moneter Bank Sentral

cara-china-bertransformasi-dari-negara-miskin-menjadi-negara-super-power

Seiring dengan peningkatan industri lokal, sektor perbankan di China juga mendapatkan likuiditas yang melimpah dari tabungan perusahaan-perusahaan lokal. Sejak tahun 1995, China membeli obligasi pemerintah Amerika Serikat atau menjadi negara pemberi pinjaman hutang kepada AS

Awalnya, Amerika Serikat terlihat kegirangan karena mereka mendapatkan dana dengan bunga yang relatif kecil. Apalagi dengan pembelian obligasi negara ini, pemerintah China harus menukar mata uang Yuan menjadi US Dollar secara masif. Hal ini berdampak pada nilai Yuan yang terus menurun, sementara nilai US Dollar semakin menguat

Namun, tanpa disadari sedikitpun olah Amerika Serikat, hal ini membuat bom waktu bagi mereka sendiri. Hal ini dikarenakan dengan penurunan nilai Yuan membuat produk buatan China menjadi murah di pasar Internasional. Sehingga hal ini membuat priduk China mengasai pasar global dan mengalahkan produk pesaing dari negara maju.

Secara perlahan, China mempu mengalahkan raksasa industri, seperti Jepang dan Jerman. Seiring dengan berjalannya waktu, kualitas dari produk China juga tak kalah baiknya dengan kedua raksasa industri tersebut. Tanpa disadari bahwa seluruh Dunia memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap produk dari negara China.

Keunggulan produk China adalah kualitas barang yang bersaing namun dengan harga yang sangat murah. China seolah menjadi raja dalam hal ekspor barang. Di sisi lain, utang pemerintah Amerika Serikat terhadap negara pimpinan Xi Jinping pada tahun 2020 sudah mencapai 1 Triliun US Dollar.

Ekspansi Ekspor China

cara-china-bertransformasi-dari-negara-miskin-menjadi-negara-super-power

Dengan kebijakan moneter yang membuat produk China menjadi murah di pasar internasional tentunya membuat pemerintah memanfaatkan hal tersebut untuk memaksimalkan penjualan ekspor ke luar negara sebesar-besarnya.

China kini mempunyai ekosistem manufaktur yang kokoh dan rantai pasokan yang efisien. Hal ini karena bahan bakunya tersedia di pemasok lokal yang harganya cukup bersahabat di kantong, sehingga China mampu menghasilkan produk yang bagus, kuantitas yang banyak serta harga murah.

Hal tersebut juga didukung dengan kebijakan pajak ekspor yang rendah bahkan Pemerintah China menghapus pajak yang berganda dan PPN dibuat 0% bagu semua produk yang akan diekspor ke luar negeri. Tidak hanya pajak yang berpihak pada perusahaan, pemerintah juga mensubsidi kepada kawasan industri.

Konsumsi Dalam Negeri

cara-china-bertransformasi-dari-negara-miskin-menjadi-negara-super-power

Seperti yang kita ketahui, China merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Hal ini membuat industri-industri lokal China tidak khawatir kehilangan konsumen. Seluruh masyarakat China sudah lebih dari cukup untuk menjadi konsumen tunggal yang mempunyai daya serap pasar yang luar biasa.

Dengan hal tersebut, membuat banyak industri lokal yang tidak bingung untuk mencari konsumen. Hal ini dikarenakan barang konsumsi apapun akan dengan mudah terserap pasar. Daya beli masyarakat China pun semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

Kini China bukanlah China yang miskin ataupun hanya meniru produk-produk luar negeri. Kini mereka mampu membuat teknologinya sendiri dan terus menjadi pusat perhatian dunia, seperti teknologi 5G, stasiun luar angkasa, matahari buatan dan masih banyak lagi.