Buntut Kenaikan Kedelai, Perajin Tempe Tahu Se-Jawa akan Mogok Kerja

ENSIPEDIA.ID, KENDAL – Salah satu produk pasar kembali mengalami kenaikan harga tahun ini, yaitu kedelai yang merupakan bahan baku pembuatan tempe dan tahu. Perajin tempe dan tahu di Jakarta menuturkan bahwa produk mereka akan naik sebesar 20% yang diberlakukan mulai tanggal 23 Februari nanti.

Apa Penyebab Di Balik Kenaikan Harga Tempe dan Tahu? 

Harga kedelai naik, tempe dan tahu juga akan ikut naik

Kementerian Perdagangan menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi karena mengikuti pasar global. Untuk diketahui, salah satu eksportir terbesar kedelai dunia, Amerika Serikat saat ini sedang mengalami kendala cuaca dan inflasi bahan makanan.

Tentunya hal tersebut akan berpengaruh kepada harga kedelai di negara-negara konsumen, seperti di Indonesia. Kemendag memperkirakan kenaikan harga akan terjadi sampai bulan Mei ke nilai US$15,79 usd per bushel dan baru akan turun pada Juli 2022, tetapi hal itu baru kemungkinan saja.

Oke Nurwan selaku Dirjen Perdagangan Dalam Negeri mengatakan kenaikan harga tersebut berdampak ke Indonesia karena 80 persen kebutuhan kedelai dalam negeri didatangkan dari impor yang kemudian digunakan untuk pembuatan tahu tempe. Jadi, sudah jelas bahwa kenaikan harga di pasar internasional juga akan membuat harga dalam negeri mengalami peningkatan dan hal itu susah untuk dihindari.

Aksi Mogok Kerja Perajin Tempe Tahu 

Para produsen tempe tahu serempak akan melakukan mogok kerja sebagai bentuk protes kepada pemerintah

Sejumlah perajin tempe dan tahu di beberapa wilayah di Pulau Jawa berencana akan kompak melakukan mogok kerja yang akan dimulai pada tanggal 21 hingga 23 Februari 2022.

Seperti yang ada di Jakarta, Ketua Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (PUSKOPTI) DKI Jakarta menuturkan aksi mogok kerja itu dilandasi oleh kekecewaan produsen tahu tempe karena hargai kedelai terus meningkat. Ia menyebut harga kedelai yang tadinya Rp9.600 naik menjadi Rp11.300 per kilogram. Sekitar 4.500 produsen tempe tahu akan ikut melakukan aksi ini.

Tak hanya di Jakarta, aksi mogok kerja ini ternyata juga akan dilakukan di wilayah lain seperti Surabaya, Semarang, Bandung, hingga Banten.

Jika dilihat efeknya lebih jauh lagi, aksi mogok produksi ini akan berdampak pada penjual gorengan di berbagai wilayah. Selain harga tempe dan tahu, harga minyak goreng saat ini juga terbilang sedang tinggi-tingginya. Oleh karena itu, produksi gorengan kemungkinan juga akan mengalami penurunan.

 

 

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles