BPJS Ketenagakerjaan Mengakui Ada Anggaran Sebesar Rp3 Miliar Untuk Main Golf

ENSIPEDIA.ID, Jember – Polemik terkait Jaminan Hari Tua (JHT) yang membatasi pencairan pada usia 56 tahun masih belum usai, kini beredar kabar baru bahwa BPJS Ketenagakerjaan memberikan anggaran sebesar Rp3 Miliar untuk fasilitas golf.

Kabar ini didapat ketika salah satu akun Twitter dengan nama @RakyatPekerja memposting sebuah laporan keuangan dari BPJS Ketenagakerjaan. Postingan ini pun seketika ramai diperbincangkan oleh warganet dan sudah mendapatkan 32 ribu like.

“Laporan BPJS-Ketenagakerjaan 2019, 3 miliar buat main Golf,” tulis admin @RakyatPekerja, Kamis (24/2/2022).

Secara tertulis, Jaminan Kepesertaan Golf adalah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk fasilitas golf pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018 masing-masing sebesar Rp 3.107.810.580.

Angka itu dijumlahkan dari kepesertaan di tujuh klub golf, yaitu:

1. Rancamaya, Bogor senilai Rp 1,48 miliar

2. Taman Dayu Golf Club senilai Rp 215,57 juta

3. Cibodas Golf Park senilai Rp 180 juta

4. Padang Golf Indonesia Damai senilai Rp 473 juta

5. Palm Hill Country dengan nilai Rp 202 juta

6. Pengembangan Pan Isi senilai Rp 177,23 juta

7. PT Kokaba Diba senilai Rp 375 juta.

Dengan viralnya berita ini, BPJS Ketenagakerjaan pun memberikan klarifikasinya dengan menyatakan bahwa jaminan keanggotaan golf merupakan aset lama yang berasal dari peralihan PT ASTEK (Persero) dan PT Jamsostek (Persero).

“Jaminan Keanggotaan Golf merupakan aset lama yang berasal dari peralihan aset PT ASTEK (Persero) dan PT Jamsostek (Persero) yang diperoleh dari kompensasi kekurangan pelunasan investasi reksa dana pada tahun 2004 serta transaksi keuangan selama periode tahun 1991-1992,” ucap Dian Agung Senoaji, Pps Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antarlembaga BPJamsostek

Dian juga menyebutkan bahwa jaminan keanggotaan golf tercatat sebagai aset BPJS. Menurutnya, jaminan keanggotaan golf itu bukan bagian dari aset dana jaminan sosial seperti jaminan hari tua (JHT) dan lainnya.

“Jaminan Keanggotaan Golf tersebut dicatat sebagai aset badan (BPJS) dan bukan merupakan bagian dari aset Dana Jaminan Sosial (Program JKK, JK. JHT, JP, JKP) sehingga tidak berdampak pada kemanfaatan peserta atas pengelolaan Dana Jaminan Sosial. Nilai tersebut bersifat transferable atau berpotensi dipindahtangankan untuk memperoleh keuntungan,” ujarnya, seperti dilansir dari detik.

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles