Bappebti Larang Token ASIX Anang Hermansyah Diperdagangkan di Indonesia

ENSIPEDIA.ID, Jember – Token ASIX beberapa waktu lalu viral karena diinisiasi oleh salah satu artis ternama, Anang Hermansyah dan Ashanty. Namun, menurut Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) token kripto tersebut dilarang diperdagangkan.

Hal tersebut diungkapkan Bappebti melalui akun Twitternya saat membalas pertanyaan dari salah satu netizen. Token ASIX belum masuk dalam 299 aset yang boleh diperdagangkan di Indonesia.

“Selamat siang, dapat kami sampaikan bahwa Token ASIX dilarang untuk diperdagangkan karena tidak termasuk dalam 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan dalam transaksi aset kripto di Indonesia sesuai Peraturan Bappebti Nomor 7 tahun 2020. Terima kasih,” tulis Bappebti.

Tirta Karma selaku Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti mengatakan bahwa sesuai dengan peraturan Bappebti Nomor 7 tahun 2020 terdapat aset kripto yang boleh diperdagangkan.

Lebih lanjut, Tirta Karma mengungkapkan bahwa jika terdapat aset kripto baru, maka harus masuk ke dalam daftar untuk bisa diperdagangkan. Nantinya, Bappebti dan para pedagang kripto akan melakukan penilaian bersama apakah aset kripto tersebut layak untuk diperdagangkan.

“Betul sesuai peraturan Bappebti no 7 tahun 2020, di situ ada aset kripto apa saja yang sudah boleh diperdagangkan di pasar fisik aset kripto,” ujar Tirta seperti dilansir dari CNBC Indonesia

“Jadi sesuai peraturan tersebut kalau aset kripto baru yang mau diperdagangkan harus masuk dalam daftar di peraturan tersebut setelah dilakukan penilaian oleh Bappebti bersama para pedagang kripto sesuai kriteria penilaian dan batas nilai dalam peraturan tersebut,” sambungnya.

Pemberitaan ini juga mendapatkan respon dari Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga. Ia mengungkapkan bahwa sebuah aset kripto dapat diperdagangkan di dalam negeri jika sudah menduduki 500 terbesar dunia secara kapitalisasi pasar.

Artinya, untuk bisa diperdagangkan di Indonesia, maka harus diperdagangkan terlebih dahulu ke luar negeri.

“Sesuai dengan peraturan Bappebti (Perba) 7 2020 tentang daftar aset kripto yang diperdagangkan. Di situ kan dibilang salah satunya yang menjadi butir yang peraturan disebut bahwa dalam perdagangan fisik aset kripto yang diperdagangkan masuk 500 besar kapitalisasi pasar itu,” kata Jerry.

Pasca viralnya berita ini, diketahui bahwa harga AXIS turun lebih dari 48 persen. Menurut catatan coinbase, penurunan tersebut hanya berselang beberapa jam setelah cuitan Bappebti di Twitter terkait dengan dilarangnya ASIX di Indonesia.

Dalam grup telegram ASIX, banyak investor yang mengalami kerugian. Salah satu anggota grup bertanya mengapa uangnya di ASIX yang awalnya bernilai Rp 10 juta berkurang menjadi 5. Anggota lain pun merasakan hal yang sama, ada yang awalnya bernilai Rp 25 juta berubah menjadi 12 juta.

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles