AS Sukses Mencangkokkan Ginjal Babi ke Tubuh Manusia

ENSIPEDIA.ID, Jember – Ilmuwan di NYU, New York, Amerika Serikat sukses mencangkokkan ginjal babi ke dalam tubuh manusia. Hal ini merupakan eksperimen yang memungkinkan ginjal babi sebagai stok organ manusia.

Seperti dikutip dari Reuters, ginjal babi yang digunakan sebagai bahan eksperiman yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia adalah ginjal babi yang secara genetik mengalami penyesuaian. Jika tidak diubah dan tetap mengandung molekul yang telah dihilangkan, maka akan memicu penolakan dari tubuh manusia.

Penerima ginjal babi adalah seorang pasien mati otak yang memiliki tanda-tanda disfungsi ginjal, eksperimen ini juga sudah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga pasien.

Ginjal Dapat Beroperasi Secara “Normal”

as-sukses-mencangkokkan-ginjal-babi-ke-tubuh-manusia

Dalam operasionalnya, ginjal babi tersebut tidak ditaruh di dalam tubuh pasien, melainkan dilekatkan pada pembuluh darah yang terletak di kaki bagian atas pasien.

Dalam keterangannya tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa ginjal mulai memproduksi urine sesuai dengan yang diharapkan, serta tidak terdapat bukti penolakan kuat yang terlihat ketika ginjal babi yang tidak dimodifikasi di cangkokkan ke primata non-manusia.

“Itu tampak seperti transplantasi yang pernah saya lakukan dari donor hidup. Banyak ginjal dari orang yang sudah meninggal tidak langsung berfungsi, dan membutuhkan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu untuk memulainya. Ini langsung berhasil.- Robert Montgomery, dokter di NYU Langone Health –

Baca juga : Bolehkah Polisi Memeriksa HP Saat Terjadi Razia?

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi solusi atas kelangkaan stok transplantasi ginjal. Seperti dilansir dari The New York Times, 12 pasien penyakit ginjal di AS setiap harinya meninggal akibat tidak mendapatkan donor. Sebelumnya, hanya ginjal dari manusia sehat yang ginjalnya dapat ditransplantasikan ke tubuh orang lain.

Mengapa Menggunakan Ginjal Babi?

as-sukses-mencangkokkan-ginjal-babi-ke-tubuh-manusia

Pada tahun 1960-an, pernah dilakukan uji coba oleh para peneliti dengan mentransformasikan ginjal simpanse ke sejumlah kecil pasien. Hasilnya pun mengecewakan, sebagian besar nemiliki waktu hidup yang singkat, dan yang paling lama hanya bertahan selama 9 bulan.

Pada tahun 1983, para peneliti juga sudah pernah mencangkokkan jantung babon ke bayi perempuan yang dikenal dengan Baby Faye. Namun, hasilnya gagal, bayi tersebut meninggal 20 hari kemudian.

Babi dipilih sebagai hewan yang ginjalnya dicangkokkan ke dalam tubuh manusia daripada primata adalah karena ginjal babi lebih gampang dibesarkan, mencapai pematang lebih cepat, serta mampu mencapai ukuran manusia dewasa hanya dalam enam bulan.

Tidak hanya itu saja, katup jantung dari babi juga telah secara rutin ditransplantasikan ke manusia, dan beberapa pasien diabetes telah diberikan sel pankreas babi. Kulit babi pun telah dipakai sebagai cangkok sementara untuk pasien yang mengalami luka bakar.

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles