Aparat Telat! Ibu di Bekasi Tangkap Sendiri Pelaku Pencabulan Anaknya

ENSIPEDIA.ID, Kendal – Belakangan ini, ramai diperbincangkan oleh warganet tentang sebuah kasus pelecehan yang menimpa salah satu anak di Bekasi. Hebohnya lagi, ibu dari anak tersebut justru menangkap sendiri pelaku pelecehan seksual. Kemanakah peran polisi saat itu?

Kronologi

Ibu di Bekasi tangkap sendiri pelaku pencabulan terhadap anaknya | Kumparan.com

S (11), adalah inisial anak yang menjadi korban pelecehan seksual oleh tetangganya sendiri A (35).

A memang suka mengumpulkan anak-anak untuk bermain di latar rumahnya, terutama anak perempuan yang masih di bawah umur, dengan iming-iming diberi makanan dan uang jajan, karena dia bekerja sebagai penjaga sebuah warung.

“Dia (pelaku) memang sering ngumpulin anak-anak, saya engga pernah curiga karena tetangga sendiri,” tutur DN (34), orang tua S.

S mulanya diajak bermain di depan rumah A sembari diimingi akan ditraktir makan kepiting dan kerang. Kemudian, S diajak masuk ke dalam rumah dan terjadilah pelecehan seksual di sana. Setelah kejadian itu, S dipaksa untuk tutup mulut atas apa yang menimpanya.

“Iya pelaku sering bilang nanti dikasih uang 2 ribu, sama dijanjiin beli kepiting sama kerang, terus setelah digituin ya nanti saya beliin kepiting sama kerang, awas jangan ngadu,” lanjut DN.

Berdasarkan pengakuan sang korban, pelaku melakukan pencabulan dengan mengendong, meraba serta memasukkan jari ke bagian vital korban.

Pengakuan tersebut dibuktikan dengan adanya hasil visum yang menunjukkan luka di kelamin S.

“Ya dari hasil visum rumah sakit dan saya lihat hasil (dari foto) betul ada luka dikelamin anak saya atas apa yang dilakukan oleh pelaku,” kata DN.

Sudah Melapor ke Polisi

Ilustrasi polisi | Pixabay

Setelah mendengar pengakuan dari anaknya, DN ibu korban langsung melapor ke Polres Metro Bekasi pada 21 Desember 2021 kemarin.

Tak berselang lama, A mendengar kabar bahwa ia dilaporkan ke polisi. Ia pun bergegas melarikan diri ke Surabaya. DN yang mengetahui bahwa A akan kabur langsung meminta petugas untuk segera melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Saya bilang (ke polisi) kalau pelakunya mau kabur ke Surabaya, tapi saat itu polisi tidak bisa bertindak karena alasan belum ada surat perintah penangkapan,” kata DN.

Pihak kepolisian justru menyuruh DN dan keluarga untuk menangkap sendiri si pelaku. Perkataan polisi benar-benar dilakukan oleh DN, ia pun segera melaporkan ke Stasiun Bekasi untuk menahan pelaku dengan menerangkan identitas yang ada.

“Dia (polisi) bilang saya yang harus disuruh nangkep sendiri, yaudah akhirnya saya sama adek saya sama sodara lapor ke Stasiun Bekasi buat nangkep pelaku,” ucapnya, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Mengikuti prosedur yang ada, polisi tidak bisa melakukan penangkapan karena harus melengkapi alat bukti guna keperluan proses hukum.

“Jadi, pada saat kejadian itu hari Senin, kemudian dilaporkan. Laporan sudah diterima, kemudian kami melengkapi daripada laporan tersebut, visum dan lain-lain,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Polisi Aloysius Suprijadi.

Ia juga mengatakan bahwa pelaku hendak kabur jeda sehari setelah keluarga melaporkannya ke polisi.

Kini, pelaku sudah diamankan oleh kepolisian di Mapolres Metro Bekasi Kota. Pelaku juga sudah berstatus sebagai tersangka dan dikenai tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak dengan ancaman 15 tahun penjara atau denda Rp5 miliar.

Hilmi Harsaputra
Menyukai alam dan dunia secara fisik, flora fauna serta astronomi.

Latest articles