Amnesty International: Israel Lakukan Kejahatan Apartheid Terhadap Warga Palestina

ENSIPEDIA.ID, Jember – Lembaga hak asasi manusia Amnesty International merilis laporan terbaru yang isinya menuding Israel telah melakukan kejahatan apartheid terhadap warga Palestina.

Laporan dengan tebal tebal 280 halaman tersebut didasarkan pada penelitian dan analisis hukum terkait tindakan Israel dalam hal pembunuhan ilegal, merampas lahan warga Palestina serta memindahkan paksa warga dan tidak memberikan status kewarganegaraan.

Amnesty menyebutkan bahwa beberapa tindakan telah menimbulkan sebuah sistem “penindasan dan dominasi”, termasuk pembatasan ruang gerak warga Palestina di wilayah yang dikuasai Israel, pencegahan kembalinya pengungsi Palestina dan kurangnya investasi di kawasan Palestina yang tinggal di Israel.

“Israel melakukan kejahatan apartheid terhadap warga Palestina dan harus bertanggung jawab karena memperlakukan mereka sebagai kelompok ras yang lebih rendah,” tulis Amnesty International

“Kami tidak menyimpulkan ini dengan gegabah,” kata Heba Morayef, Direktur Masalah Timur Tengah dan Afrika Utara di Amnesty International.

“Artinya warga Palestina diperlakukan sebagai kelompok ras yang lebih rendah dan terus diperlakukan seperti itu.”sambungnya.

Heba juga mengungkapkan bahwa penelitian ini tidak hanya asal jadi saja. Perlu waktu empat tahun untuk melakukan penelitian dari berbagai dokumen terkait dengan kebijakan yang dilakukan oleh Israel.

Klaim Israel telah melakukan kejahatan apartheid terhadap warga Palestina bukan hanya sekali. Sebelumnya, lembaga Human Rights Watch juga mengeluarkan kesimpulan serupa pada bulan April 2021.

Tuduhan amnesty international ini mendapatkan respon dari pemerintah Israel dan menganggap bahwa laporan tersebut adalah laporan anti-Yahudi.

“Laporan ini sudah melewati batas karena mempertanyakan keberadaan negara Israel sebagai tanah bagi warga Yahudi,” kata Lior Haiat, juru bicara Departemen Luar Negeri Israel kepada ABC.

“Ini adalah laporan yang murni anti-Yahudi,” sambungnya.

Menteri Luar Negeri Israel pun juga memberikan tanggapan penolakannya terhadap laporan ini.

“Dulu Amnesty (International) adalah organisasi yang disegani. Sekarang tidak demikian. Sekarang justru sebaliknya, Amnesty bukanlah organisasi HAM, tapi hanya organisasi radikal yang menggaungkan propaganda, tanpa dengan serius memeriksa fakta yang ada. Alih-alih mencari kebenaran, Amnesty justru menggemakan kebohongan yang sama yang disuarakan organisasi teroris,” ujar Yair Lapid, Menteri Luar Negeri Israel, seperti dilansir dia VOA.

Laporan dari amnesty international ini pun juga mendapatkan tentangan dari negara sahabat Israel, Amerika Serikat.

“Kami menolak pandangan bahwa tindakan Israel tergolong apartheid. Laporan kementerian kami sendiri tidak pernah menggunakan istilah itu. Kami berkomitmen untuk menggalakkan penghormatan terhadap hak asasi manusia di Israel, Tepi Barat dan Jalur Gaza,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Ned Price.

 

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles