ENSIPEDIA.ID, TASIKMALAYABeberapa waktu yang lalu, Amerika Serikat resmi terkena resesi, hal ini ditandai dengan penurunan Gross Domestic Bruto (GDP) Amerika Serikat turun sebesar 0,9% secara tahunan yang disebabkan oleh penurunan 1,6% dalam tiga bulan pertama sejak awal tahun 2022. Hal tersebut didukung dengan pelemahan profil ekonomi Amerika Serikat, tingkat ekspor yang turun, serta berkurangnya pasokan kendaraan bermotor dalam pemunuhan kebutuhan hidup warga Amerika Serikat. Tiga hal tersebut juga menjadi distraktor The Fed dalam meningkatkan suku bunga secara agresif. Akibat dari permasalahan resesi ekonomi Amerika Serikat, terjadi penurunan yang signifikan dalam kegiatan produksi, lapangan kerja, dan pendapatan rill.

Apa Itu Resesi?

Resesi adalah penurunan pertumbuhan ekonomi selama dua kuartal dalam satu tahun. Resesi dapat ditandai dengan melemahnya ekonomi secara agregat dengan mempengaruhi tingkat pendapatan domestik yang terjadi di dunia. Resesi dapat mengakibatkan dua hal yang utama yaitu penurunan harga atau deflation dan kenaikan harga atau inflation dalam proses stagflation.

Beberapa faktor lain yang berpangaruh terhadap tingkat resesi ekonomi adalah kegiatan produksi dan konsumsi yang tidak seimbang, sehingga dapat mempengaruhi Indeks Harga Konsumen atau IHK, pertumbuhan ekonomi yang lambat, ekspor lebih rendah dibandingkan dengan tingkat impor, dan tingkat lapangan kerja yang rendah dibandingkan dengan tingkat penawaran tenaga kerja yang tinggi dari labour force atau angkatan kerja.

Kesimpulan dan Opini

Resesi merupakan salah satu dampak implementasi sistem ekonomi masa kini, maka dari itu, pentingnya suatu negara dalam menjaga stabilitas perekonomiannya dengan mengimplementasikan kebijakan fiskal dan moneter dalam mencegah resesi ekonomi. Kebijakan ekonomi tentunya dapat dipengaruhi oleh kondisi politik ekonomi yang terjadi pada suatu negara. Karena, pentingnya peran politik dalam menentukan kebijakan ekonomi telah dijelaskan dalam hakikat ekonomi pembangunan.

Ketika manusia hidup dalam suatu negara yang faktor utamanya adalah injeksi untuk pembangunan ekonomi, maka harus memiliki tiga hal yang utama yaitu kecukupan dalam pemenuhan barang-barang pokok, memperhatikan harga diri masyarakat, dan kebebasan rakyat dalam menentukan harga diri untuk masa depan kehidupan rakyat.