Pertarungan sengit di Grup F Piala Dunia 2026 akan segera tersaji, mempertemukan dua wakil dari benua berbeda, Timnas Tunisia dan Jepang. Lebih dari sekadar perebutan tiga poin krusial, laga ini akan diukir dalam lembaran sejarah sebagai pertandingan ke-1.000 sepanjang perhelatan akbar sepak bola sejagat. Estadio Monterrey di Guadalupe, Meksiko, akan menjadi saksi bisu duel yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026, pukul 11.00 WIB, dengan siaran langsung yang dapat diakses melalui TVRI Sport.
Tim Samurai Biru, julukan Timnas Jepang, memasuki pertandingan ini dengan kepercayaan diri yang lebih baik setelah berhasil menahan imbang raksasa Eropa, Belanda, dengan skor 2-2 pada laga perdana Grup F. Hasil tersebut menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Hajime Moriyasu untuk menatap babak selanjutnya. Di sisi lain, Tunisia datang dengan beban berat setelah terpaksa menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia, sebuah hasil yang langsung memicu pergantian kepelatihan demi menyelamatkan peluang mereka di turnamen ini.
Tunisia di Ambang Krisis, Harapan Baru Bertumpu pada Herve Renard
Partisipasi ketujuh Tunisia di Piala Dunia dimulai dengan catatan terburuk dalam sejarah mereka. Kekalahan telak dari Swedia tidak hanya merontokkan semangat para pemain, tetapi juga berujung pada pemecatan cepat pelatih Sabri Lamouchi, yang baru saja ditunjuk pada Januari 2026. Situasi ini menempatkan Elang Kartago dalam kondisi terpuruk, baik secara mental maupun strategis.
Dalam upaya penyelamatan dini, Federasi Sepak Bola Tunisia segera bertindak cepat dengan menunjuk Herve Renard sebagai juru taktik baru. Pria asal Prancis berusia 57 tahun ini bukanlah sosok asing di panggung sepak bola internasional, khususnya Piala Dunia. Renard memiliki rekam jejak impresif, termasuk saat membawa Maroko melaju ke Piala Dunia 2018 dan memimpin Arab Saudi pada edisi 2022. Namanya kian melambung tinggi setelah ia mengukir kejutan besar di Qatar, ketika Arab Saudi berhasil menumbangkan Argentina, tim yang kemudian menjadi juara dunia, di fase grup. Pengalamannya dalam menghadapi tekanan dan memotivasi tim underdog menjadi alasan utama penunjukannya.
Kini, Renard dihadapkan pada tantangan yang jauh lebih besar: membangkitkan mental Tunisia yang sedang berada di titik nadir, dengan waktu persiapan yang sangat terbatas menjelang bentrokan penting melawan Jepang. Ia menyadari sepenuhnya beratnya tugas yang menantinya. Renard menyatakan bahwa Piala Dunia selalu memancarkan gairah yang luar biasa, dan daya tarik itulah yang mendorongnya untuk menerima tantangan berat ini, mengakui bahwa tugas yang diembannya tidak akan mudah.
Statistik terkini menggambarkan betapa sulitnya periode yang tengah dilalui Tunisia. Dalam delapan pertandingan internasional terakhir di semua kompetisi, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan, dengan catatan dua hasil imbang dan lima kekalahan. Situasi semakin mengkhawatirkan mengingat dalam tiga pertandingan terakhir, Tunisia selalu menderita kekalahan, dengan total kebobolan sebelas gol dan hanya mampu mencetak satu gol balasan. Angka-angka ini menyoroti kerapuhan pertahanan dan tumpulnya lini serang mereka.
Meskipun demikian, sejarah mencatat bahwa Tunisia memiliki memori positif saat berjumpa dengan Jepang. Mereka pernah menorehkan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Samurai Biru dalam turnamen Kirin Cup pada tahun 2022. Meski kemenangan tersebut terjadi dalam konteks yang berbeda dan kondisi tim yang mungkin tidak seburuk sekarang, hasil itu bisa menjadi sedikit suntikan motivasi bahwa mereka memiliki potensi untuk mengalahkan Jepang.
Jepang Mengincar Tiga Poin untuk Membuka Jalan ke Babak Gugur
Di sisi lawan, Jepang datang dengan ambisi besar. Hasil imbang 2-2 melawan Belanda menunjukkan kapasitas mereka untuk bersaing dengan tim-tim papan atas. Satu poin dari pertandingan tersebut menjadi pondasi yang kokoh untuk membangun momentum menuju babak gugur. Kemenangan atas Tunisia menjadi target mutlak bagi Jepang untuk memperkuat posisi mereka di Grup F dan membuka lebar jalan menuju fase selanjutnya. Mereka tentu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan menghadapi tim yang sedang dalam kondisi labil.
Pelatih Moriyasu diperkirakan akan menurunkan skuad terbaiknya, memanfaatkan kecepatan dan kedisiplinan yang menjadi ciri khas permainan Samurai Biru. Mereka akan berusaha mengeksploitasi kelemahan pertahanan Tunisia yang terlihat rapuh, sembari tetap mewaspadai potensi kejutan dari tim yang baru saja berganti pelatih. Perpaduan antara pengalaman para pemain senior dan energi dari talenta muda Jepang akan menjadi kunci dalam upaya mereka meraih poin penuh.
Pertandingan ini diprediksi akan berjalan dengan intensitas tinggi. Tunisia, di bawah arahan Renard, pasti akan bermain dengan semangat baru dan determinasi untuk membuktikan bahwa mereka belum menyerah. Renard diharapkan mampu menanamkan mentalitas pemenang yang pernah ia tunjukkan di tim-tim sebelumnya. Sementara itu, Jepang akan berupaya untuk tampil dominan, menjaga fokus, dan mengkonversi peluang menjadi gol demi mengamankan tiket ke babak 16 besar. Duel di Estadio Monterrey tidak hanya menjadi saksi pertarungan di lapangan hijau, tetapi juga menjadi penentu arah bagi kedua tim di Piala Dunia 2026.






